Padang Pariaman | onenet.co.id Pada Minggu, 21 Desember 2025, Posko Dapur Lapangan Relawan Lampung resmi beralih lokasi ke daerah Kali Air, Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman. Peralihan ini sekaligus menjadi momen perpisahan yang penuh haru antara relawan dengan masyarakat di dua wilayah terdampak bencana, yakni Talao Mundam dan Kali Air.
Posko dapur lapangan yang selama ini hadir membantu kebutuhan pangan warga terdampak banjir dan bencana alam tersebut dipimpin langsung oleh Iptu Fajar Fahrizi, sosok perwira Polri asal Lampung yang dikenal ramah, rendah hati, mudah tersenyum, serta dekat dengan masyarakat. Kehadiran dan kepemimpinan beliau mendapat apresiasi luas dari warga setempat yang merasakan langsung manfaat dapur lapangan selama masa tanggap darurat.
Sejak awal berdirinya posko, dapur lapangan
Relawan Lampung telah menjadi tumpuan harapan masyarakat. Setiap harinya, ratusan porsi makanan hangat disalurkan kepada warga terdampak, khususnya lansia, anak-anak, dan keluarga yang rumahnya rusak atau terendam banjir. Tidak hanya menyediakan makanan, kehadiran relawan juga memberi dukungan moril dan semangat kebersamaan di tengah kondisi sulit.
Iptu Fajar Fahrizi dalam keterangannya menyampaikan bahwa perpindahan lokasi posko merupakan bagian dari penyesuaian kebutuhan lapangan. Menurutnya, keberadaan dapur lapangan harus fleksibel dan tepat sasaran agar bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk membantu dan meringankan beban masyarakat. Hari ini memang menjadi momen perpisahan dengan warga Talao Mundam dan Kali Air. Namun kebersamaan, doa, dan silaturahmi yang terjalin akan selalu kami kenang,
” ujar Iptu Fajar Fahrizi.Selama bertugas di Padang Pariaman, Iptu Fajar Fahrizi juga selalu didampingi oleh AKP Nofrizal Chan, anggota Polres Padang Pariaman, yang berperan aktif dalam koordinasi lapangan, pengamanan, serta menjembatani komunikasi antara relawan, aparat, dan masyarakat. Sinergi antara Polri Lampung dan Polres Padang Pariaman menjadi salah satu kunci kelancaran kegiatan dapur lapangan ini.
Momen perpisahan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan rasa terima kasih dan doa kepada seluruh personel Polri Lampung yang telah bertugas. Warga mendoakan agar seluruh anggota diberikan keselamatan dalam perjalanan kembali ke daerah asal, selalu diberi kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berlimpah.
“Beliau orangnya baik, ramah, selalu senyum, dan tidak pernah membeda-bedakan warga. Kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan,” ungkap salah seorang warga Talao Mundam dengan haru.
Tim media yang dipimpin oleh Zaimarnis turut mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari operasional dapur lapangan hingga suasana perpisahan yang penuh kehangatan. Peliputan ini diharapkan dapat menjadi catatan sejarah sekaligus inspirasi tentang pentingnya kepedulian, solidaritas, dan sinergi antara aparat, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Berakhirnya tugas dapur lapangan di Talao Mundam dan Kali Air bukanlah akhir dari kepedulian, melainkan bukti nyata bahwa kehadiran negara dan aparat keamanan selalu bersama masyarakat di saat-saat sulit. Kebersamaan yang terjalin selama masa tanggap darurat akan menjadi kenangan dan pelajaran berharga bagi semua pihak.(***)

0 Komentar