Padang Pariaman — Jumat, 5 Desember 2025
Upaya pencarian korban hilang akibat terseret arus banjir di kawasan Sampulau, Korong Sikayan, Nagari Pasir Paweh, Kecamatan Lubuk Alung, terus dilakukan tanpa henti oleh Tim SAR gabungan dari tiga provinsi. Hingga hari ketiga pencarian, tim belum berhasil menemukan satu pun korban dari daftar warga yang dilaporkan hilang.
Operasi pencarian ini diperkuat oleh tim dari Basarnas Padang, Basarnas Jambi, dan Basarnas Pekanbaru, yang turun langsung sejak hari pertama kejadian. Selain itu, relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan juga ikut membantu penyisiran di sepanjang aliran sungai, termasuk relawan dari Rumah Zakat Payakumbuh, salah satunya relawan bernama Pitir yang aktif terlibat di lapangan.
Menurut laporan resmi sementara, terdapat 35 orang warga yang masih belum ditemukan sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut. Data ini menjadi perhatian serius seluruh petugas, mengingat cepatnya arus sungai saat kejadian membuat proses pencarian harus dilakukan secara teliti dan menyeluruh.
Kondisi lapangan membuat operasi tidak mudah. Sungai di wilayah Sampulau masih memiliki arus kuat dan keruh, menyulitkan penyelaman dan pencarian visual. Tim SAR membagi sektor pencarian menjadi beberapa zona, menggunakan perahu karet, drone pemantau, serta teknik pencarian jalur darat di titik-titik yang diduga sebagai lokasi hanyutnya korban.
Koordinator Basarnas di lapangan menyampaikan bahwa medan berat dan cuaca yang sering berubah menjadi tantangan terbesar. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja dari pagi hingga sore, bahkan beberapa relawan tetap bertahan hingga malam untuk memantau pergerakan air.
Warga sekitar tampak terus memberikan dukungan moral dan logistik kepada para petugas, berharap kehadiran tim gabungan dari berbagai provinsi dapat memberikan hasil dalam waktu dekat. Harapan utama masyarakat adalah ditemukannya para korban, sehingga keluarga yang menunggu mendapatkan kepastian.
Basarnas menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu hingga seluruh korban ditemukan atau ada perkembangan lain yang memastikan status para warga yang hilang. Koordinasi lintas provinsi juga terus diperkuat untuk menambah personel dan peralatan bila diperlukan.
Musibah ini menjadi salah satu bencana terbesar di Padang Pariaman sepanjang tahun 2025. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun korban yang berhasil ditemukan meski operasi sudah memasuki hari ketiga.(***)

0 Komentar