JAKARTA, 12 Oktober 2025 |Suasana kebanggaan dan semangat nasionalisme bergelora di tubuh Laskar Merah Putih (LMP). Di bawah komando Ketua Umum HM Arsyad Cannu, organisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan ini terus meneguhkan langkah perjuangan. Salah satu sosok yang kini tampil menonjol dengan ketegasan dan loyalitasnya adalah H. Wahyu Wibisana, SE, Ketua Harian Markas Besar Laskar Merah Putih.
Dalam pernyataan resminya, Wahyu menyerukan kepada seluruh kader LMP di Indonesia untuk menjaga marwah, martabat, dan ruh perjuangan organisasi di mana pun berada. Menurutnya, Laskar Merah Putih bukan hanya simbol merah putih di dada, tetapi wujud nyata semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Saudaraku, kader Laskar Merah Putih yang kami banggakan. Apabila kita benar-benar cinta dan loyal terhadap organisasi ini, maka jagalah martabat, nama baik, dan ruh perjuangan Laskar Merah Putih di mana pun kita berada,” ujar Wahyu dengan nada tegas dan berwibawa.
Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa LMP bukan sekadar seragam, bendera, atau jabatan. Esensi sejati Laskar Merah Putih adalah persaudaraan, loyalitas, dan disiplin tanpa pamrih.
“Laskar Merah Putih hidup karena loyalitas, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih. Kita tidak mencari pujian, kita tidak mengejar kedudukan — karena pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara adalah kehormatan tertinggi bagi setiap kader sejati,” ungkapnya.
Meneguhkan Persaudaraan, Menyatukan Langkah
Sebagai Ketua Harian, Wahyu Wibisana dikenal dekat dengan kader di berbagai daerah. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan memperkuat semangat satu komando di seluruh tingkatan organisasi. Baginya, LMP harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keadilan sosial.
“Kita adalah perajut persaudaraan sejati, pengikat semangat kebangsaan, dan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan anak bangsa. Di manapun langkah kaki kita berpijak, di situlah kehormatan organisasi dipertaruhkan,” katanya.
Wahyu juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak terlena dengan simbol-simbol organisasi, melainkan menanamkan nilai perjuangan ke dalam tindakan nyata. Ia menyerukan pentingnya menjaga kekompakan dan disiplin internal, serta terus berbuat untuk masyarakat.
“Mari kita jaga kekompakan, tegakkan disiplin, dan kobarkan semangat merah putih dalam dada kita. Satu jiwa, satu semangat, satu tujuan. Laskar Merah Putih — NKRI Harga Mati! Merdeka!” tutup Wahyu dengan lantang.
HM Arsyad Cannu: “Wahyu Wibisana Adalah Teladan Loyalitas”
Menanggapi pesan Wahyu Wibisana, Ketua Umum Laskar Merah Putih, HM Arsyad Cannu, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan keteguhan Ketua Harian dalam menjaga semangat organisasi.
“H. Wahyu Wibisana adalah contoh kader sejati yang memahami esensi perjuangan Laskar Merah Putih. Ia tidak hanya berbicara tentang loyalitas, tapi mencontohkannya dalam tindakan. Itulah yang saya harapkan dari seluruh pengurus di setiap tingkatan,” ungkap Arsyad Cannu di Jakarta.
Arsyad juga menekankan bahwa LMP di bawah kepemimpinannya akan terus menjadi wadah perjuangan yang mengedepankan solidaritas, kepedulian sosial, dan nasionalisme murni.
“Satu komando bukan hanya slogan, tapi sikap hidup. Kita akan terus membangun Indonesia dengan semangat merah putih di dada dan keikhlasan di hati,” tegasnya.
Profil Singkat H. Wahyu Wibisana, SE
Dikenal sebagai figur yang tegas namun bersahaja, H. Wahyu Wibisana, SE merupakan salah satu tokoh penting di jajaran Markas Besar Laskar Merah Putih.
Sosok ini telah lama mengabdikan diri dalam dunia organisasi sosial dan kebangsaan. Ia dikenal memiliki visi kuat tentang pentingnya membangun generasi muda yang berjiwa nasionalis dan berdisiplin tinggi.
Dengan latar belakang pendidikan ekonomi, Wahyu Wibisana juga aktif mendorong berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat yang sejalan dengan semangat LMP untuk mengabdi kepada bangsa tanpa pamrih.
Gaya kepemimpinannya yang tegas, lugas, dan berjiwa komando membuatnya dihormati oleh kader di berbagai daerah.
Di bawah koordinasi dan arahan Ketum HM Arsyad Cannu, Wahyu terus meneguhkan jati diri organisasi sebagai benteng merah putih yang kokoh di tengah dinamika bangsa.
Penutup
Pesan Wahyu Wibisana pada 12 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader Laskar Merah Putih untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap persaudaraan, loyalitas, dan pengabdian.
Laskar Merah Putih bukan sekadar nama — ia adalah semangat yang hidup dalam dada para pejuang bangsa.
“Satu Jiwa, Satu Semangat, Satu Tujuan.
LASKAR MERAH PUTIH – NKRI HARGA MATI – MERDEKA!”
TIM

0 Komentar