PESISIR SELATAN — Pesta demokrasi di tingkat nagari melalui Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2026 mulai memasuki sejumlah tahapan penting. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya memastikan Pilwana Serentak 2026 akan digelar di 93 nagari yang tersebar di 14 kecamatan, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 21 Oktober 2026.
Salah satu nagari yang turut mempersiapkan proses demokrasi tersebut adalah Kenagarian Gantiang Mudiak Selatan Surantih, Kecamatan Sutera. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada media, proses penyerahan berkas bakal calon wali nagari di nagari tersebut telah dilaksanakan, dengan sebanyak lima orang tercatat mendaftarkan diri sebagai usulan bakal calon.
Salah satu nama yang ikut dalam proses tersebut adalah Egip Pernandes alias Egip.
Egip mengatakan, keikutsertaannya dalam proses pencalonan tersebut tidak terlepas dari adanya dukungan dan musyawarah bersama berbagai unsur masyarakat di nagari. Menurutnya, keputusan tersebut lahir melalui pembicaraan dan kesepakatan yang melibatkan niniak mamak, bundo kanduang, pemuda, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, ini adalah sebuah kehormatan ditunjuk maju sebagai calon wali nagari di tanah kelahiran. Insya Allah kita akan berjuang dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat ke depannya,” ujar Egip, Minggu pagi (20/9/2026).
Ia menyampaikan bahwa pencalonan tersebut dipandang sebagai sebuah amanah sekaligus kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan nagari. Jika nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, Egip menyatakan akan berupaya membangun pemerintahan nagari yang terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satu strategi yang disampaikannya adalah memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat pemerintahan terkait, serta anggota DPRD baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, terutama dalam upaya memperjuangkan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Egip, kerja sama lintas sektor diperlukan agar berbagai potensi pembangunan yang ada di nagari dapat dikembangkan secara profesional dan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau diberi kepercayaan, kita akan berupaya menjalin kerja sama dengan pihak dinas dan anggota DPRD di kabupaten maupun provinsi untuk membangun kampung halaman secara profesional dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan nagari menurutnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, keagamaan, kebudayaan, serta kegiatan kepemudaan.
Hal tersebut, lanjutnya, harus tetap berjalan dengan memperhatikan nilai-nilai adat dan agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Hal itu juga sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan tetap berlandaskan adat dan agama,” ujarnya.
Dalam visi yang disampaikannya, Egip juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki nagari. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian, mengingat sektor tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menyebut pemberdayaan masyarakat harus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur lokal, termasuk lembaga-lembaga nagari dan elemen sosial lainnya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaannya.
Menurut Egip, pengembangan potensi nagari harus dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Setiap program yang nantinya dijalankan diharapkan memiliki manfaat langsung serta dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
“Banyak hal yang akan kita tumbuh kembangkan di nagari. Semuanya telah tercantum dalam visi misi saya,” tuturnya.
Selain sektor ekonomi dan pertanian, Egip juga menyebut bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, kesenian, olahraga, serta pembangunan fasilitas umum sebagai sejumlah bidang yang akan menjadi perhatian apabila dirinya mendapatkan amanah untuk memimpin nagari.
Ia menilai kemajuan nagari membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat dinilai penting dalam membangun pemerintahan nagari yang mampu menjalankan pelayanan publik serta pembangunan secara berkelanjutan.
“Tujuan saya ikut Pilwana hanya untuk mewujudkan pemerintahan nagari yang lebih baik. Untuk itu saya butuh dorongan dari seluruh unsur yang ada di nagari, seperti niniak mamak, bundo kanduang, pemuda, sumando, sanak famili, baik yang tinggal di kampung maupun yang ada di perantauan,” ucapnya.
Egip berharap proses Pilwana di Gantiang Mudiak Selatan Surantih dapat berjalan dengan aman, tertib, demokratis, dan tetap menjaga hubungan baik antarmasyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen nagari untuk menjaga persatuan selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sendiri telah mengingatkan bahwa seluruh tahapan Pilwana 2026 harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip demokrasi, transparansi, netralitas, serta menjaga situasi tetap kondusif. Pemkab juga telah memberikan pembekalan kepada unsur pemerintahan nagari dan Bamus dari 93 nagari yang akan mengikuti Pilwana.
Dengan tahapan Pilwana yang terus berjalan menuju pemungutan suara, masyarakat di masing-masing nagari nantinya akan menentukan pemimpin yang dianggap mampu menjalankan pemerintahan dan pembangunan nagari sesuai kebutuhan daerahnya.
Bagi Egip Pernandes, keikutsertaannya dalam Pilwana bukan sekadar kontestasi politik di tingkat nagari, tetapi juga menjadi bentuk keinginan untuk ikut mengabdi dan memberikan kontribusi bagi tanah kelahirannya.
Ia optimistis, apabila seluruh unsur masyarakat dapat bersatu dan bekerja sama, berbagai potensi nagari dapat dikembangkan secara bertahap. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, fasilitas umum, pertanian, pendidikan, budaya, olahraga, hingga kegiatan keagamaan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Egip berharap proses Pilwana dapat menjadi momentum bagi masyarakat Gantiang Mudiak Selatan Surantih untuk menentukan arah pembangunan nagari ke depan secara demokratis dan sesuai dengan aspirasi masyarakat.(***)

0 Komentar