Padang — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem yang berpengaruh signifikan terhadap aktivitas pelayaran di perairan Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai untuk periode 21 hingga 27 November 2025.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah perairan Sumbar diproyeksikan mengalami peningkatan intensitas hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang laut dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipicu oleh adanya pertemuan massa udara di wilayah barat Samudera Hindia yang memicu terbentuknya pola cuaca tidak stabil.
Angin Dominan Kencang dari Barat hingga Barat Laut
BMKG mencatat pola angin pada periode ini didominasi dari arah Barat–Barat Laut dengan kecepatan yang berpotensi meningkat.
• Angin kencang diperkirakan mencapai 10–25 knot di sebagian besar perairan Sumbar dan Mentawai.
• Bahkan, di wilayah perairan Siberut, Sipora, dan Sikakap, angin berpotensi meningkat lebih dari 25 knot, yang dapat memperburuk kondisi gelombang laut.
Tinggi Gelombang Meningkat
Peningkatan aktivitas atmosfer dan angin kencang berdampak langsung pada tinggi gelombang:
• Di perairan barat Sumbar, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,2 – 2,0 meter.
• Di perairan Mentawai seperti Siberut, Sipora, dan Sikakap, gelombang dapat mencapai 2,0 – 3,0 meter.
• Sementara itu, potensi gelombang lebih dari 3 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Barat Mentawai.
BMKG menegaskan bahwa kondisi gelombang dengan ketinggian tersebut cukup berisiko bagi kapal nelayan tradisional maupun kapal penyeberangan berukuran kecil.
Potensi Pasang Air Laut
Selain angin dan gelombang, potensi pasang air laut maksimum juga perlu diwaspadai. Pasang tertinggi diprediksi terjadi pada rentang waktu 18.00 – 20.00 WIB, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir rob di beberapa titik pesisir Sumbar dan Mentawai.
Imbauan Keselamatan bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir
Untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan:
Untuk Nelayan dan Operator Kapal:
• Disarankan tidak melaut apabila kondisi angin kencang melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,0 meter atau lebih, karena sangat berbahaya bagi perahu kecil dan kapal tradisional.
• Selalu mengikuti update informasi cuaca maritim sebelum memulai aktivitas.
Untuk Masyarakat Pesisir:
• Tetap waspada terhadap gelombang tinggi, arus kuat, dan potensi cuaca buruk di sekitar wilayah pantai.
• Perhatikan potensi banjir rob pada jadwal pasang maksimum.
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini akan terus diperbarui seiring perkembangan dinamika atmosfer di wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya.

0 Komentar