Padang – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih dan berintegritas. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap calo maupun oknum yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi penerimaan anggota Polri.
Melalui kampanye yang disampaikan oleh Bidang Humas Polda Sumbar, ditegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi masuk Polri tidak dipungut biaya alias gratis. Proses penerimaan dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), guna memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kualitas diri.
Dalam materi sosialisasi yang beredar, terlihat suasana seleksi yang melibatkan peserta dengan pengawasan ketat dari panitia serta pengawas internal. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap tahapan dilakukan secara profesional dan terbuka, tanpa intervensi pihak manapun.
Polda Sumbar juga menyoroti maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan aparat atau orang dalam, yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang. Praktik seperti ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencederai semangat keadilan dalam rekrutmen.
“Jika ada pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan dengan syarat tertentu atau meminta bayaran, dapat dipastikan itu adalah penipuan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dan segera melaporkannya,” demikian imbauan resmi dari pihak kepolisian.
Sebagai langkah konkret dalam memberantas praktik percaloan, masyarakat diberikan akses pengaduan cepat melalui layanan Yanduan Propam Polri. Pengaduan dapat dilakukan dengan memindai barcode yang telah disediakan dalam materi sosialisasi atau melalui kanal resmi pengaduan yang dikelola oleh Divisi Profesi dan Pengamanan.
Melalui sistem ini, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius dan profesional. Polda Sumbar memastikan perlindungan bagi pelapor serta menjamin kerahasiaan identitas, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran.
Selain itu, Polda Sumbar juga mengajak seluruh orang tua dan calon peserta seleksi untuk memahami alur penerimaan secara resmi, serta aktif mencari informasi hanya dari sumber terpercaya seperti website resmi Polri maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.
Dengan adanya komitmen kuat dari Polri, diharapkan proses seleksi dapat menghasilkan anggota kepolisian yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Polda Sumbar menegaskan bahwa masa depan seseorang tidak ditentukan oleh uang atau koneksi, melainkan oleh usaha, kemampuan, dan kejujuran dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
“Jangan percaya calo atau janji kelulusan. Masuk Polri gratis dan ditentukan oleh kemampuan diri sendiri.”

0 Komentar