Bandung Barat — Di tengah hamparan alam yang megah dan udara pegunungan yang sejuk, Laskar Merah Putih (LMP) menggelar aksi pengibaran Sang Saka Merah Putih di puncak Gunung Karang Masigit, Kabupaten Bandung Barat, sebagai simbol komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan ini sarat makna perjuangan dan nasionalisme. Dalam pernyataan sikapnya, LMP menegaskan bahwa mereka adalah anak-anak bangsa yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi, ditempa oleh sejarah perjuangan, serta dibesarkan oleh keringat dan air mata para pendahulu yang telah berkorban demi tegaknya Merah Putih di bumi Nusantara.
“Kami memahami bahwa tidak akan pernah ada sejengkal tanah pun dari pangkuan Ibu Pertiwi yang akan kami biarkan terlepas, walau hanya sebutir pasir,” tegas pernyataan tersebut.
Filosofi Gunung Karang Masigit diangkat sebagai simbol kekuatan perjuangan. Gunung melambangkan keteguhan yang tak tergoyahkan, karang melambangkan ketahanan yang tak terkikis, sementara Masigit menjadi simbol kesucian dan kemurnian niat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Bendera yang dikibarkan di puncak Gunung Karang Masigit bukan hanya kain berwarna merah dan putih, tetapi lambang darah para pahlawan yang merah menyala, serta tulang punggung rakyat yang putih suci.
Dari puncak gunung ini, Laskar Merah Putih menyerukan ikrar nasionalisme: “NKRI Harga Mati! Kami adalah Laskar Merah Putih—penjaga kedaulatan, pengawal kehormatan, dan pelanjut estafet perjuangan. Selama napas masih berhembus, selama darah masih mengalir, dan selama Merah Putih berkibar di langit Nusantara, kami akan tetap tegak di garda terdepan demi Ibu Pertiwi tercinta.”

0 Komentar