Padang Pariaman, Kasus pelecehan seksual kembali mengguncang Kabupaten Padang Pariaman, membuka luka sosial dan mencoreng nilai kemanusiaan di ranah Minang. Peristiwa ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Barat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, selama dua bulan pertama tahun 2025 saja tercatat sedikitnya 14 kasus kekerasan seksual di Kabupaten Padang Pariaman. Ironisnya, angka tersebut sudah mencapai setengah dari total kasus sepanjang tahun 2024, tahun dengan catatan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Kasus terbaru terjadi pada 27 Oktober 2025, ketika seorang guru sekolah dasar (SD) swasta di Kecamatan V Koto Kampung Dalam diduga mencabuli 16 muridnya. Kasus memilukan ini terungkap setelah beberapa korban memberanikan diri bercerita kepada orang tua mereka.
Peningkatan kasus ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual di Padang Pariaman bukan lagi fenomena insidental, melainkan masalah sosial serius yang berulang dan sistemik.
SEMMI: Pemerintah Daerah Harus Segera Berbenah
Menanggapi hal tersebut, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Padang Pariaman mendesak Pemerintah Daerah untuk tidak lagi abai dan segera melakukan langkah nyata dalam mencegah serta menanggulangi kekerasan seksual.
“Kasus ini bukan sekadar masalah individu, tapi sudah darurat sosial. Pemerintah daerah harus berbenah, memperkuat regulasi, dan memastikan korban mendapatkan pendampingan menyeluruh. Sementara pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Yogi Ilham Ketua SEMMI Padang Pariaman.
SEMMI menilai lemahnya edukasi masyarakat, kurangnya pengawasan sosial, serta minimnya ruang aman bagi korban menjadi penyebab utama berulangnya kasus serupa. Karena itu, SEMMI mendorong Pemda untuk:
Membentuk unit layanan cepat dan crisis center bagi korban kekerasan seksual
Memperkuat edukasi di sekolah-sekolah tentang perlindungan diri
Melibatkan nagari dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dini
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang melindungi martabat manusia. Ketika perempuan dan anak masih menjadi korban, berarti ada yang salah dalam sistem sosial kita,” tambah Yogi
Komitmen SEMMI untuk Padang Pariaman yang Aman dan Bermartabat
SEMMI Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu kekerasan seksual serta siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat.
“Kami ingin Padang Pariaman menjadi daerah yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama,” tutup Yogi.

0 Komentar