SUMBAR | Aroma kopi hangat bercampur canda ringan dan obrolan penuh keakraban terasa begitu hidup dalam kegiatan temu ramah yang digelar Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Barat bersama insan pers di Esa Kafe, kawasan Komplek GOR H. Agus Salim Kota Padang, Kamis, 7 Mei 2026.
Di bagian depan lokasi kegiatan, tampak sebuah spanduk bertuliskan “Kegiatan Bidhumas Polda Sumbar dengan Awak Media” terpampang sederhana namun penuh makna, menjadi simbol kedekatan dan sinergitas yang selama ini terjalin antara kepolisian dan insan pers di Sumatera Barat.
Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda formal antara kepolisian dan wartawan. Lebih dari itu, suasana yang tercipta menyerupai pertemuan keluarga besar yang dipenuhi rasa saling menghargai, kebersamaan, dan keterbukaan dalam berbagi pandangan.
Jajaran Bid Humas Polda Sumbar hadir dipimpin langsung Kepala Bidang Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya, SS didampingi Kasubdit Penmas Kompol Adhi Jais serta Kasubag Renmin Eliswantri.
Kehadiran para pimpinan Bid Humas tersebut langsung disambut hangat para jurnalis dan pimpinan media dari berbagai daerah di Sumatera Barat yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam penyampaian informasi publik.
Tidak tampak sekat formal dalam pertemuan tersebut. Para wartawan duduk berdampingan bersama jajaran kepolisian sambil menikmati suasana santai sore hari yang penuh nuansa kekeluargaan.
Sesekali terdengar gelak tawa ketika obrolan ringan berkembang menjadi diskusi hangat mengenai pengalaman di lapangan, dinamika pemberitaan, hingga tantangan insan pers di era digital saat ini.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa insan pers memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, hubungan harmonis yang selama ini terjalin bukan hanya sekadar hubungan kerja formal, melainkan kemitraan yang dibangun atas dasar saling menghargai dan saling mendukung demi kepentingan masyarakat luas.
“Media adalah sahabat strategis kepolisian. Melalui media, berbagai pesan kamtibmas, edukasi, dan program pelayanan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya penuh kehangatan.
Di tengah suasana santai itu, Kombes Pol Susmelawati Rosya juga menyampaikan pesan yang membuat para awak media merasa semakin dekat secara emosional dengan jajaran Bid Humas Polda Sumbar.
Dengan nada penuh kekeluargaan, ia mengatakan bahwa hubungan antara Bid Humas dan insan pers bukan hanya sebatas urusan pemberitaan semata, melainkan sudah seperti keluarga sendiri.
“Kita ini keluarga. Kalau ada masalah, sampaikan saja ke saya,” ucapnya disambut perhatian para wartawan yang hadir.
Ia bahkan menegaskan bahwa komunikasi tidak harus selalu terkait pekerjaan jurnalistik ataupun kegiatan kepolisian.
Menurutnya, ketika ada insan pers yang sedang mengadakan pesta pernikahan, acara wisuda anak, mengalami musibah kedukaan, ataupun membutuhkan bantuan lainnya, dirinya meminta agar awak media tidak sungkan untuk memberi kabar.
“Kalau ada pesta nikah, ada keluarga meninggal dunia, wisuda anak, atau ada kebutuhan lain, kasih kabar ke saya. Kita ini keluarga, sebisa mungkin saya bantu,” ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya dengan penuh ketulusan.
Ucapan tersebut sontak menghadirkan suasana haru sekaligus hangat di tengah pertemuan. Beberapa wartawan terlihat tersenyum sambil menganggukkan kepala, merasakan kedekatan yang jarang ditemui dalam hubungan formal institusi dan media.
Suasana diskusi semakin cair ketika sesi tanya jawab dibuka secara santai. Para wartawan terlihat antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami saat bertugas di lapangan.
Sekretaris IKW RI, Marzuki, menjadi salah satu yang menyampaikan aspirasi terkait keselamatan awak media ketika menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari.
Dengan nada santai namun penuh harapan, ia mengungkapkan bahwa banyak helm milik wartawan yang sudah lama dipakai bahkan sebagian telah melewati masa standar keamanan.
Menurutnya, wartawan memiliki mobilitas tinggi, mulai dari peliputan siang hingga malam hari, sehingga perlengkapan keselamatan berkendara menjadi kebutuhan penting yang perlu mendapat perhatian.
“Kadang awak media ini kejar berita sampai malam, keluar masuk lokasi kejadian. Helm pun banyak yang sudah lama dipakai. Siapa tahu nanti ada program bantuan helm untuk awak media,” ungkapnya disambut senyum dan candaan hangat peserta lainnya.
Mendengar hal tersebut, Kombes Pol Susmelawati Rosya memberikan respons positif dan menyampaikan bahwa keselamatan insan pers saat bertugas memang menjadi perhatian penting.
Ia menilai profesi wartawan memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga keselamatan mereka di lapangan juga perlu diperhatikan bersama.
Tidak hanya itu, Hariyanto selaku pimpinan redaksi media online juga menyampaikan persoalan yang cukup sering dihadapi awak media terkait masa berlaku Surat Izin Mengemudi atau SIM yang habis di tengah padatnya aktivitas peliputan.
Menurutnya, kesibukan mengejar berita sering membuat sebagian wartawan terlambat melakukan perpanjangan SIM sehingga berharap adanya solusi ataupun kemudahan informasi dari pihak kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Penmas Kompol Adhi Jais langsung memberikan penjelasan dengan gaya santai namun penuh pengalaman.
Kompol Adhi Jais yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Solok Selatan dan juga pernah bertugas di jajaran lalu lintas Polresta Padang tampak sangat memahami persoalan yang disampaikan awak media.
Dengan penuh keakraban, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelengkapan administrasi kendaraan dan keselamatan berkendara, terlebih bagi wartawan yang memiliki mobilitas sangat tinggi setiap harinya.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kepolisian selalu terbuka bagi masyarakat termasuk insan pers yang membutuhkan informasi maupun konsultasi terkait pengurusan SIM.
“Wartawan ini pekerja lapangan. Mobilitasnya tinggi, kadang berpindah lokasi dalam waktu cepat. Keselamatan tetap nomor satu, termasuk memastikan SIM dan perlengkapan berkendara lengkap,” ujar Kompol Adhi Jais.
Suasana kembali hidup ketika Pemimpin Redaksi Go Fakta News, Tofik Marliandi, menyinggung persoalan maraknya berita hoaks yang beredar di media sosial.
Menurutnya, derasnya arus informasi digital membuat masyarakat sering kesulitan membedakan informasi benar dan tidak benar sehingga dibutuhkan peran bersama untuk menjaga kesejukan informasi.
Pertanyaan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari jajaran Bid Humas Polda Sumbar.
Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa penyebaran hoaks menjadi tantangan besar di era digital saat ini karena dapat memicu keresahan bahkan memecah persatuan masyarakat.
Ia mengatakan media memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, hubungan baik antara kepolisian dan insan pers menjadi modal penting dalam menangkal penyebaran informasi menyesatkan yang dapat mengganggu stabilitas sosial.
Kasubag Renmin Eliswantri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antara media dan institusi kepolisian agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tetap kondusif.
Pertemuan yang berlangsung santai tersebut akhirnya berubah menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antara wartawan dan jajaran kepolisian.
Tidak ada suasana kaku ataupun formal berlebihan. Semua peserta tampak menikmati diskusi sambil bercanda ringan dan berbagi cerita pengalaman selama bertugas di lapangan.
Kehangatan itu memperlihatkan bahwa hubungan antara Bid Humas Polda Sumbar dan insan pers tidak hanya dibangun dalam urusan pemberitaan, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan rasa saling menghormati.
Melalui kegiatan tersebut, Bid Humas Polda Sumbar berharap sinergitas bersama insan pers semakin kuat sehingga mampu menghadirkan informasi yang edukatif, menyejukkan, serta bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat.
Catatan Redaksi: Kemitraan antara kepolisian dan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat, menjaga stabilitas informasi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.
TIM RMO

0 Komentar