Padang, 21 Mei 2026 — SEMMI Cabang Padang melaksanakan aksi demonstrasi di kantor BPBD Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk kontrol sosial terhadap tata kelola kebencanaan di Sumatera Barat, khususnya terkait transparansi anggaran, keterbukaan informasi publik, serta evaluasi terhadap kinerja lembaga dalam penanganan bencana.
Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Fadil Ramadhan dan diikuti oleh puluhan mahasiswa yang membawa berbagai spanduk tuntutan serta melakukan orasi secara bergantian di depan kantor BPBD Sumbar.
Dalam keterangannya kepada awak media, Fadil Ramadhan menegaskan bahwa aksi ini lahir dari keresahan masyarakat dan mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebencanaan yang terus berulang di Sumatera Barat tanpa adanya evaluasi serius dari pihak terkait.
> “Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. Namun sampai hari ini masyarakat masih mempertanyakan transparansi anggaran kebencanaan, distribusi bantuan, serta keseriusan pemerintah dalam memastikan penanganan bencana benar-benar menyentuh masyarakat terdampak. Kami hadir untuk memastikan lembaga publik tidak anti kritik dan mau terbuka kepada rakyat,” tegas Fadil Ramadhan.
Massa aksi secara tegas meminta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumatera Barat, Era Sukma Munaf, untuk hadir dan menemui massa aksi secara langsung guna memberikan penjelasan atas berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Namun pihak BPBD Sumbar memberitahukan bahwa Kalaksa tidak berada di kantor saat aksi berlangsung. Mendengar hal tersebut, massa aksi kemudian memasuki area kantor BPBD Sumbar dan melakukan pengecekan di sejumlah ruangan guna memastikan keberadaan Kalaksa.
Setelah dilakukan pengecekan secara langsung di berbagai titik ruangan, dipastikan bahwa Kalaksa BPBD Sumbar benar tidak berada di kantor. Massa aksi kemudian menyampaikan pernyataan sikap secara langsung di dalam kantor sebagai bentuk kekecewaan terhadap tidak hadirnya pimpinan lembaga untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa.
Salah seorang massa aksi, Zikri, menilai sikap tersebut mencerminkan buruknya keterbukaan lembaga publik terhadap kritik masyarakat.
> “Kami datang membawa aspirasi masyarakat dan tuntutan yang jelas. Sangat disayangkan ketika pimpinan lembaga justru tidak hadir untuk menemui mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa ruang dialog terhadap rakyat masih minim,” ujar Zikri.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan moral dalam mengawal kepentingan rakyat serta memastikan pengelolaan sektor kebencanaan dilakukan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
SEMMI Cabang Padang juga menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga adanya klarifikasi resmi secara langsung dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat terkait berbagai tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi demonstrasi tersebut.
> “Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami siap melanjutkan gerakan dengan konsolidasi yang lebih besar sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat. Mahasiswa akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan dan kepentingan masyarakat,” tutup Fadil Ramadhan.
Adapun tuntutan yang disampaikan massa aksi antara lain terkait transparansi anggaran kebencanaan, keterbukaan informasi publik, evaluasi kinerja BPBD Sumbar, serta optimalisasi penanganan dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.

0 Komentar