Puluhan massa dari Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Putra Putri Indonesia (IPPI) Sumatera Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat, Minggu (20/7/2026). Massa mendesak agar Kepala Rutan Kelas IIB Anak Air Padang segera dievaluasi dan dicopot dari jabatannya.
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar di depan Rutan Anak Air pada 15 Juli 2026. Massa menilai berbagai persoalan yang mereka soroti belum mendapat tindak lanjut yang jelas.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa spanduk bertuliskan "Tangkap Mafia yang Ada di Rutan Anak Air", "Tahanan Nyaman Karutan Kenyang", dan "Copot Karutan". Melalui orasi, mereka menyoroti dugaan masih adanya penggunaan telepon seluler, dugaan peredaran narkoba, serta praktik pungutan liar di dalam rutan. Program Zero HALINAR juga dipertanyakan karena dinilai belum mampu mencegah masuknya barang-barang terlarang.
Aksi sempat diwarnai pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes. Massa juga meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat menemui peserta aksi dan menindaklanjuti seluruh tuntutan yang disampaikan.
Di sisi lain, sorotan terhadap Rutan Anak Air juga datang dari masyarakat. Pada 11 Juli 2026, Redaksi DETAKSUMBARNEWS menerima laporan dugaan penipuan yang disebut dilakukan oleh seorang narapidana berinisial H, yang menurut pelapor berada di kamar E4 Rutan Kelas IIB Anak Air Padang. Pelapor turut menyerahkan bukti transfer sebesar Rp1 juta yang diklaim dikirim kepada terduga pelaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat maupun pihak Rutan Kelas IIB Anak Air Padang terkait tuntutan massa maupun laporan masyarakat tersebut. DETAKSUMBARNEWS tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

0 Komentar