Krisis BBM di Sumbar Semakin Parah, SPBU Overload dan Truk Tangki Terjebak: Pemerintah Didesak Tindak Tegas Pelansir dan Benahi Tata Kelola

 



Padang,   12 Juli 2026 – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Barat, terutama Kota Padang, tetap menjadi persoalan serius yang mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kemacetan parah. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmy Hariyanto, menyatakan antrean tersebut diakibatkan oleh terhambatnya distribusi mobil tangki BBM akibat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di lokasi rawan longsor, seperti Bungus Teluk Kabung dan Sitinjau Lauik.

Pernyataan tersebut mendapatkan respons tajam dari Firman Wanipin, pendiri channel YouTube Ciloteh Wanipin dan wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar. Firman menilai alasan itu tidak sepenuhnya benar dan mengarah pada pengalihan tanggung jawab.

“Kalau pasokan BBM ke Sumbar terjamin lancar, tentu pengisian tidak akan menimbulkan antrean panjang hingga berhari-hari seperti yang terjadi sekarang. Saya curiga ada oknum pelansir BBM yang bermain dalam distribusi ini. Hal itu menyebabkan pengisian di SPBU tidak berjalan optimal dan truk pengangkut BBM harus menunggu lama di tepi jalan,” ungkap Firman Wanipin.


Firman juga menegaskan bahwa kemacetan fatal yang terjadi dari jembatan depan Cafe Uje BP hingga SPBU By Pass dan depan Raja Minas bukan hanya disebabkan faktor perbaikan jalan, melainkan buruknya manajemen antrean serta dugaan praktik pelansiran BBM yang merugikan konsumen dan pengendara.

Ia menyerukan agar pemerintah daerah dan dinas terkait segera membuka investigasi menyeluruh terkait dugaan pelansiran dan mengambil tindakan tegas untuk menertibkan distribusi BBM di lapangan. Selain itu, pengelola SPBU wajib berperan aktif mengatur antrean agar tidak merugikan sopir truk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


“Apa artinya pembangunan jalan kalau distribusi BBM masih kacau dan dimanfaatkan oleh kepentingan segelintir oknum? Harus ada transparansi dan pengawasan ketat agar suplai ke SPBU lancar dan antrean tidak menjadi beban yang tidak perlu bagi masyarakat,” tegas Firman Wanipin.

Antrean panjang di SPBU Sumbar bukan hanya persoalan infrastruktur, tapi juga kecurigaan adanya pelansir BBM yang memperkeruh distribusi. Pemerintah dan aparat penegak harus serius menangani masalah ini demi Harkamtibmas

TIM 

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenet.co.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Fitri