Bukittinggi — Suasana sejuk pagi di Kota Bukittinggi menghadirkan nuansa religius dan penuh kebersamaan saat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) hadir langsung melaksanakan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) bersama masyarakat di Masjid Babburrahman. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam bingkai ukhuwah, kebersamaan, serta komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban.
Sejak dini hari, jamaah mulai memadati masjid. Dari kalangan tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, hingga anak-anak, seluruh lapisan masyarakat hadir dan berbaur dalam satu saf melaksanakan salat subuh berjamaah bersama Kapolda Sumbar. Kehadiran orang nomor satu di Polda Sumbar tersebut menjadi simbol nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, namun juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Kapolda Sumbar menegaskan, Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar agenda ibadah rutin, melainkan juga sarana memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan sinergitas antara kepolisian dan warga. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas kepolisian semata, tetapi juga lahir dari kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai religius yang terus dipupuk bersama.
“Melalui Gerakan Subuh Berjamaah ini, kita ingin menanamkan bahwa keamanan dimulai dari hati yang damai, lingkungan yang harmonis, dan masyarakat yang saling menjaga. Bersama kita jaga keamanan, bersama kita bangun kebersamaan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan hangat. Usai salat berjamaah, Kapolda Sumbar turut bersilaturahmi dengan jamaah, berdialog bersama tokoh masyarakat, serta menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari warga terkait kondisi kamtibmas di lingkungan mereka.
Momentum tersebut juga menjadi ruang kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Suasana penuh keakraban terlihat dari sapa hangat, senyum kebersamaan, hingga interaksi sederhana yang mencerminkan kedekatan tanpa sekat antara aparat kepolisian dan warga.
Menurut Kapolda, Gerakan Subuh Berjamaah merupakan salah satu upaya membangun pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi gerakan sosial yang memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun lingkungan yang aman, damai, religius, dan penuh keberkahan.
Tokoh masyarakat yang hadir mengapresiasi kehadiran Kapolda Sumbar dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai langkah ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk selalu dekat dengan rakyat, tidak hanya dalam tugas pengamanan tetapi juga dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Gerakan Subuh Berjamaah sendiri dinilai memiliki makna strategis, karena selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, juga menjadi media memperkokoh persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kesadaran bersama dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan itu, diharapkan nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat Sumatera Barat.
Melalui langkah sederhana dimulai dari salat subuh berjamaah, Kapolda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi daerah tetap aman, kondusif, dan penuh keberkahan.
Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Babburrahman Bukittinggi pun menjadi bukti bahwa sinergi antara ulama, umara, Polri, dan masyarakat dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun Sumatera Barat yang aman, religius, dan harmonis.

0 Komentar