Ketua Umum SEMMI Cabang Padang Tekankan Gerakan Mahasiswa Yang Objektif Bukan Sekadar Fomo

 


Padang, Juni 2026 – Ketua Umum SEMMI Cabang Padang, Aulia Eka Putra, menyampaikan rasa prihatin dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Cipayung di depan Kantor Gubernur Sumbar 3 hari yang lalu, terkesan tidak substantif dan tidak objektif terhadap isu yang disoroti.


Menurut Aulia, aksi tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena isu yang dijadikan tuntutan sesungguhnya telah dibahas secara langsung dalam forum diskusi dan dialog terbuka antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan.


"Demontrasi itu jalan terakhir dalam penyampaian pendapat, disaat semua cara sudah diupayakan tetapi pemerintah tidak juga mendengarkan baru lah kita turun kejalan. Ironisnya lagi organisasi yang turun ke jalan hari ini sama-sama hadir kok di Sreca Coffee, sama-sama mendengarkan, dan mengetahui bahwa Gubernur Sumatera Barat telah membuka ruang dialog secara luas. Bahkan mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan kritik, masukan, dan berbagai persoalan Sumatera Barat secara langsung di hadapan Gubernur maupun kepala OPD terkait. Lalu pertanyaannya, ketika ruang dialog sudah dibuka selebar-lebarnya, kenapa teman-teman ini masih memilih turun ke jalan dengan isu yang sama? ada apa dibalik ini semua?" tegas Aulia.


Ia menegaskan bahwa demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sakral dan harus dihormati. Namun dalam tradisi gerakan mahasiswa, aksi unjuk rasa merupakan langkah terakhir ketika komunikasi telah buntu, pemerintah menutup diri, dan aspirasi rakyat tidak lagi didengar.


"Kalau pemerintah menolak berdialog, tidak mau mendengar kritik, atau menutup mata terhadap aspirasi masyarakat, tentu demonstrasi menjadi jalan yang tepat. Jangankan ban bekas, kantor nya itu kita bakar. Tetapi faktanya hari ini berbeda. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat justru membuka ruang komunikasi, meminta masukan, menerima kritik, dan mengajak mahasiswa terlibat dalam pembahasan berbagai kebijakan daerah. Maka sangat wajar jika publik bertanya, ada apa sebenarnya di balik aksi ini?" ujarnya.


Aulia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensi gerakan dan tidak terjebak pada pola gerakan yang hanya mengikuti arus dan kepentingan pihak tertentu, karena ini marwah gerakan mahasiswa Sumatera Barat sebagai gerakan intelektual yang mengedepankan solusi, kajian, dan pengawasan yang objektif terhadap kebijakan publik.


"Mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektual, agen perubahan, dan penjaga moral. Jangan sampai gerakan mahasiswa di Sumbar kehilangan arah dan hanya menjadi gerakan yang bersifat fomo, ikut-ikutan, apalagi didorong oleh kepentingan pihak tertentu yang tidak terlihat di permukaan. Ketika ruang diskusi sudah tersedia dan semua persoalan telah dibahas secara terbuka, maka aksi yang dilakukan tentu menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat."


SEMMI Cabang Padang berharap gerakan mahasiswa di Sumatera Barat ke depan tetap menjadi gerakan yang berorientasi pada solusi, kajian, dan kepentingan masyarakat luas, bukan gerakan yang lahir karena euforia sesaat atau dorongan pihak-pihak tertentu.


"Kami berharap demonstrasi di Sumatera Barat tidak lagi sekadar menjadi ajang fomo, tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu, dan tidak kehilangan substansi perjuangannya. Mahasiswa harus berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan di atas kepentingan yang menunggangi gerakan. Kritik harus tetap hidup, tetapi harus disampaikan secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab," tutup Aulia Eka Putra.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenet.co.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Fitri