Massa Padati Mapolres Sijunjung, Kapolres AKBP Willian Harbensyah Ambil Langkah Tegas Jaga Kondusivitas Daerah

 


SIJUNJUNG – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sijunjung mendatangi Mapolres Sijunjung pada Minggu malam (7/6/2026). Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut dipicu oleh dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta meningkatnya keresahan masyarakat terkait sejumlah pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan yang dinilai tidak berimbang dan berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.


Meski situasi sempat memanas akibat tingginya emosi massa yang datang secara berkelompok, jajaran Polres Sijunjung di bawah komando Kapolres AKBP Willian Harbensyah bergerak cepat melakukan pengamanan, pendekatan persuasif, serta membuka ruang dialog guna mencegah terjadinya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Saat itu seorang aktivis LSM bernama Jonni atau yang lebih dikenal dengan nama Joni Mapikor sedang bersilaturahmi ke rumah salah seorang warga setempat.


Namun keberadaan yang bersangkutan diketahui oleh sejumlah warga yang kemudian berdatangan ke lokasi. Situasi yang awalnya hanya berupa kerumunan masyarakat berubah menjadi ketegangan yang berujung pada dugaan tindakan penganiayaan terhadap korban.


Kabar mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Sijunjung. Informasi yang beredar memicu reaksi luas dari masyarakat yang selama ini mengikuti berbagai isu pertambangan yang berkembang di daerah tersebut.


Tidak sedikit warga yang mengaku kecewa dan mempertanyakan sejumlah pemberitaan yang dianggap hanya menyudutkan kelompok tertentu tanpa menyajikan informasi secara menyeluruh. Kondisi itulah yang kemudian mendorong massa mendatangi Mapolres Sijunjung untuk meminta penjelasan sekaligus mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional.


Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak menerima laporan kejadian. Seluruh unsur kepolisian diterjunkan untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi aksi lanjutan yang dapat merugikan masyarakat.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Setiap laporan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan secara profesional," tegas Kapolres.


Menurutnya, Polres Sijunjung berkomitmen mengusut secara tuntas dugaan penganiayaan yang terjadi. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan guna memperoleh fakta yang utuh dan objektif sehingga proses hukum dapat berjalan secara adil.


Selain fokus pada penanganan kasus dugaan penganiayaan, pihak kepolisian juga terus melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen lainnya guna menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sijunjung.


Kedatangan massa dalam jumlah besar tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan yang berkembang telah menyentuh sensitivitas masyarakat luas. Karena itu, diperlukan langkah bijak dari seluruh pihak agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.


Pengamat sosial menilai bahwa peran media, aktivis, masyarakat, dan aparat penegak hukum harus berjalan seimbang. Penyampaian informasi kepada publik harus mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, serta verifikasi sehingga tidak menimbulkan persepsi yang dapat memecah belah masyarakat.


Sementara itu, hingga Minggu malam situasi di Mapolres Sijunjung dilaporkan tetap terkendali. Aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang hadir sehingga suasana tetap aman dan kondusif.


Masyarakat berharap kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis LSM tersebut dapat diungkap secara transparan dan tuntas. Di sisi lain, berbagai pihak juga meminta agar seluruh persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan maupun pemberitaan yang berkembang diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog yang sehat, bukan melalui tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.


Peristiwa ini menjadi ujian penting bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sijunjung untuk tetap menjaga persatuan, menghormati proses hukum, serta mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang damai dan bermartabat.


Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenet.co.id, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Fitri