PADANG – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (DPW REPRO) Provinsi Sumatera Barat, Roni, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Lubuk Kilangan yang berhasil mengungkap dan mengamankan dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di wilayah Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Menurut Roni, langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
"Kami dari DPW REPRO Sumatera Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polsek Lubuk Kilangan yang telah bergerak cepat mengamankan indikasi dugaan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Lubuk Kilangan. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah BBM yang diamankan diperkirakan mencapai lebih kurang 10 ton," ujar Roni, Senin (1/6).
Roni menegaskan bahwa praktik penimbunan BBM bersubsidi sangat merugikan masyarakat, khususnya kelompok yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.
Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut hingga diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawab.
"Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan serta menyeluruh. Jangan sampai ada pihak lain yang terlibat namun luput dari proses penyelidikan," katanya.
Lebih lanjut, Roni menyatakan bahwa DPW REPRO Sumatera Barat akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus dugaan penumpukan BBM solar bersubsidi tersebut hingga tuntas.
"Kami akan terus mengawal kasus dugaan penumpukan BBM jenis solar bersubsidi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan upaya mendukung penegakan hukum. BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang harus dijaga distribusinya agar tepat sasaran," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi di lingkungan masing-masing.
"Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat. Kami berharap pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi semakin diperketat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," tutup Roni. (**)

0 Komentar